Yasap Kupang/Brieven Novran
.
Kupang, 05 Mei 2009
Kepada
Yth Ibu Brecht
Di belanda
Syalom……..
Apa kabar ibu ????...... ibu pasti baik-baik seperti kami dipanti. saya akan menceritakan tentang orang tau saya dikampung, tujuan saya datang dipanti, apa yang sudah dapat dari panti,d an harapan saya untuk masa depan.
Saya adalah anak pertama dari 5 bersaudara dan saya juga adalah harapan dari ibu saya karena dari 5 bersaudara saya yang paling besar. saudara laki-laki ada 2 orang, sedangkan anak perempuan ada 3 orang. saya dan adik perempuan yang ke-3 yang tinggal bersama dengan ibu saya, sedangkan adik kedua dan ke-4 tinggal bersama dengan nenek saya, sedangkan adik yang ke 5 tinggal bersama dengan mama besar dan anak yang ke 6 tinggal dengan masri punya mama. Saya dan adik saya tinggal dengan mama sendiri sedangkan ayah saya tidak bersama kami lagi. karena ayah saya tidak mampu bertanggung jawab kepada kami semua sehinga dia pergi tanpa di ketahui oleh kami semua dan sekarang setiap bulan juni sampai bulan oktober saya yang potong kebun untuk kami sedangkan musim tova kebun kami membuat kelompok untuk membersihkan kebun. Ibu saya juga sibuk untuk mencari uang karena dikampung lapangan kerjanya tidak terlalu banyak sehingga cari uang tidak terlalu baik karena itu kami sangat miskin, tetapi bersukur juga meskipun lapangan kerjanya kurang tetapi kami bisa dapat uang dan membeli beras, pakian dan kebutuhan dapur.
Tujuan saya untuk dipanti adalah untuk sekolah karena orang tua saya tidak mampu membianyai sekolah saya, sehingga om lale membawa saya dipanti dan saya dipanti saya mau sekolah karena itu saya berjanji lewat surat ini bahwa mulai saat ini saya akan belajar denga sunguh-sungguh dan saya berjanji juga saya tidak akan pulang sebelum saya tamat SMA karena saya datang disini bukan datang pasiar tetapi saya datang untuk sekolah karena orang tua saya tidak sekolah karena itu saya harus sekolah.
Saya merasa sudah cukup lama saya tinggal dipanti saya sudah merasakan apa yang diberikan dari panti, itu saya merasa sudah banyak karena apa yang diminta selalu dipenuhi dan apa yang diinginkan selalu di kabulkan dan makanan juga lebih baik dari pada dikampung juga uang bemo selalu di beri, sedangkan di kampong saya pergi di sekolah jalan kaki dan disini saya di didik bukan hanya di sekolah tentang pendidikan tetapi saya juga belajar dirumah seperti kebersihan kamar, pertanian, kesehatan, penghematan dan juga saya ikut les sore dengan ibu ema. Itu semua adalah salah satu didikan untuk masa depan. Selian itu kami juga belajar ketrampilan setiap hari jumat jam 4 sore di aula.
Untuk harapan saya untuk masa depan adalah baik tidak jadi pegawai tetapi hanya cukup jadi petani. Tetapi saya harus sekolah karena menjadi petani harus membutuhkan ketrampilan ketilitian, kecerdasan dan pengetahuan. Supaya apa yang di laksanakan semuanya berjalan dengan baik. Sekian surat dari saya. Terima kasih.
Salam, Novran
Retourtje Timor Brieven |