• Home
  • Ontwikkelingen Yasap
    • Ontwikkelingen Yasap 2010
      • Ontwikkelingen 2008/2009
      • Ontwikkelingen 2008
    • Kindertehuis
    • Onderwijs
      • Bouw Kleutersch TKCeria
    • Gezonheidszorg/HIV Aidsproject
      • Voortgang project 2008
    • Empowerment
      • Rijstoogst 2010
      • Ontwikkelingen 2010
      • Organische landbouw 2009 2010
      • Empowerment 2008
      • Sawa, foto's
      • Boomplantactie 2008
      • Weven
  • Organisatie Yasap
    • Actueel
      • Indonesische cursus
    • Stagemogelijkheden
      • Vrijwilliger Rianne
      • Vrijwilliger Yvonne
      • Vrijwilliger Linda
      • Nieuwsbrieven vrijwilligers
        • Nieuwsbrieven Rianne
          • Nieuwsbrief Rianne (6)
          • Nieuwsbrief Rianne (1)
        • Nieuwsbrief Linda (7)
        • Nieuwsbrief Linda (6)
        • Nieuwsbrief Linda (5)
        • Nieuwsbrief Linda (4)
        • Nieuwsbrief Linda (3)
        • Nieuwsbrief Linda (2)
        • Nieuwsbrief Yvonne
    • Doelstelling - Oprichting
    • Programmas
    • Documenten
    • Bestuur Yasap Nederland
    • Staf Yasap Kupang
    • Commite v aanbeve..
  • Yasap Kupang
    • Geschiedenis
    • Staf Yasap Kupang
    • Kinderen van Ceria
    • Retourtje timor
      • Brieven Speeltoestel kindertehuis
      • Brieven
        • Brieven Cheryl aan Sara
        • Brieven Ibu Doete aan Notris
        • Brieven Ibu Brecht
        • Brieven Novran
        • Brieven Masri
        • Brieven Sara S
        • Brieven Albert
        • Brieven Oci
        • Brieven Fenly
        • Brieven Aranci
        • Brieven Verdi
        • Brieven Adam
        • Brieven Windi
        • Brieven Abi
        • Brieven 2008
        • Brieven Pak Kees
        • Brieven maart april mei 08
        • Brieven staf Yasap Kupang
          • Brieven Mira
          • Brieven Debby
        • Brieven/Oma Middelkoop
      • Brieven Rianne
      • Tekeningen kinderen Ceria
      • Kinderen Boerhaaveschool
    • Reizen Gastenboek 2010
      • Foto impressie
      • Gastenboek 2009-2005
        • Gastenboek / Omrop Fryslan
      • Gastenboek 2005-2001
    • Fotogalerie, gasten bij Yasap mei 2010
    • Harde werkelijkheid
    • Timor
      • Timor politiek
      • Timor cultuur
      • Timor geografisch
    • Timor/voedselsituatie
  • Steun Yasap
    • Sponsoren
    • Maatsch.. Verantw.. Ondernemen
    • Projecten
    • Handel / Webwinkel
    • (Studie-) beurzen
  • Contact
  • Login Yasap

Yasap Kupang/Brieven Ibu Brecht

 

18 mei 2009

Dari Masri

Ibu saya minta maaf karena saya kadang – kadang bersalah, Saya berjanji saya tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan di Panti. Harapan saya harus sekolah baik –baik supaya tamat SMP saya bisa lanjut SMA. karna itu saya harus rajin belajar. Cita-cita saya menjadi orang yang baik untuk masa depan saya. OK saja Masri, tetapi soalnya dengan teman laki-laki di Panti seperti Yacob dan Yorim dulu dan Ferdi baru-baru saya tidak baca apa- apa dari masri apakah ada pendapat Masri tentang hal itu....?????

Semoga Masri bertindak terbuka dan mau mengakui bahwa dalam panti kami mengasuh anak untuk menjadi teladan baik dengan diploma sekolah maupun dengan diploma pergaualan yang terhormat diantara laki-laki dan perempuan.  

Dari Novran

Tujuan saya untuk dipanti adalah untuk sekolah karena orang tua saya tidak mampu membianyai sekolah saya, sehingga om lale membawa saya dipanti dan saya dipanti saya mau sekolah karena  itu saya berjanji lewat surat ini bahwa mulai saat ini saya akan belajar denga sunguh-sungguh dan saya berjanji juga saya tidak akan pulang sebelum saya tamat SMA karena saya datang  disini bukan datang  pasiar tetapi saya datang untuk sekolah karena orang tua saya tidak sekolah karena itu saya harus sekolah….. Untuk harapan saya untuk masa depan adalah baik tidak jadi pegawai tetapi hanya cukup jadi petani. Terima kasih Novran kalau mau menjadi petani. Petani adalah pekerjaan yang paling terhormat karena cari pangan bagi manusia yang lapar.  Yasap bisa membantu Novran untuk menjadi petani yang terbaik. Hanya kalau suka melanggar aturan mengenai pergaulan kami tidak bisa kerja sama dengan Novran dan kami akan suruh pulang. Karena kami perlu anak-anak yang mengerti tentang pergaulan yang terhormat dan pergaualan bebas.

Dari Adam

Di panti  setiap hari kami juga mendapat nasihat dari mama marsa, kakak stef, dan juga ibu debi. Kami juga setiap hari jumat kami semua les, perempuan menjahit , laki-laki les computer. Tapi tidak mau menerima nasihat sehingga kami membuat hal hal yng tidak baik sperti kakak ferdi yang sudah keluar karena dia melanggar perturan panti, karena itu saya tidak mau untuk keluar seperti kakak ferdi karena saya punya tujuan untuk sekolah bukan mau tinggal disini untuk menjadi anak yang tidak berarti .

….. orang yang lebih  berarti dan orang yang baik di masa depan, seperti yang saya inginkan saya tidak akan melakukan perbuatan yang tidak baik seperti kakak ferdi yang  berbuat kepada saudara –saudara nya dan sepri juga sudah keluar dari panti, kami kan mengasihi mereka seperti kakak  kandung dan adik kandung kami. Saya minta maaf ibu karna kami mengikuti kakak ferdi yang sudah keluar, jadi ibu maafkan kami karna karena kami mengikuti kakak ferdi yang perbuatannya tidak baik sehingga kami melanggar peraturan panti jadi kami tidak mengulang lagi kami akan melupakan pikiran yang tidak berarti bagi kehidupan kami dimasa depan.

Terima kasih Adam, karena Adam paling mengerti apakah maksud saya dengan mohon tanggapan laki-laki di Panti. Adam bisa sebut apa masalahnya baru-baru dengan Ferdi. Karena mengakui kami yang ikut Ferdi……………….. Itulah sesuatu yang laki-laki hampir tidak pernah berani bilang karena biasa saja laki-laki berkuasa di atas perempuan di Timor dan kalau laki-laki tersinggung atau malu karena perempuan omong mereka akan membalas lagi …pukul perempuan ….. karena laki-laki tidak mau mengakaui bahwa ada hak yang sama bagi laki dan perempuan (itulah juga nats Alkitab toh??)

Kepada Masri, Novran dan Adam,

Terima kasih atas tulisan yang saya terima lewat E-mail dengan bantuan Kakak Stef. Saya minta tanggapan dari tiga laki-laki yang besar yang masih tinggal di Panti karena perbuatan Ferdi terhadap Sara perempuan dalam rumah tangga kami sendiri. Waktu saya dengar berita itu saya pertama-tama terkejut dan juga senang bahwa Sara kasih tahu apa ferdi buat terhadap dia.

Karena biasanya perempuan yang dapat pengalama seperti itu diam-diam dan takut dan laki-laki merasa diri puas karena mempunyai perasaan lebih kuat daripada perempuan. Dan itulah sangat bahaya karena laki-laki  itu pasti mencoba lagi untuk bergaul dengan perempuan lain atau yang sama sesuatu yang tidak bisa disetujui karena pergaulan bebas itu dilarang. Dimana-mana saja pergaualan bebas macam itu dilarang  walaupun dibaut saja baik di bagian pemerintahan maupun di bagian gereja, semua orang berdosa saja.

Kejadian itu adalah satu contoh yang jelek dari pergaulan yang tidak santun dan dalam bahasa jalan orang bilang pergaulan bebas (antara laki-laki dan anak perempuan yang semakin muda) bisa berjalan terus-menerus tanpa orang tua tahu sampai perempuan hamil dan seringkali laki-laki tidak mau bertangun jawab. Perempuan yang masih muda sekali (seperti dulu Ota) korban dan terpaksa putus sekolah…………

Jadi apa kami belajar dari kejadian antara Ferdi dan Sara.

1.     Ferdi belum mengerti bertangun jawab secara penuh terhadap satu masa depan yang lebih baik.

2.     Sara sudah tahu bahwa hal yang Ferdi buat terhadap dia perlu dilapor kepada orang tuanya. Perempuan tidak boleh diam-diam

3.     Laki-laki yang salah seperti itu perlu dihukum karena dia tahu dia merugikan masa depannya diri sendiri maupun masa depannya perempuan dan seluruh rumah tangganya.

4.     Perempuan dan laki-laki punyai hak yang sama untuk belajar dan masa depan yang mandiri tanpa kemiskinan.

5.     Kampagne HIV/Aids adalah upaya dari YASAP untuk membuka diri terhadap sikap yang jelek dari laki-laki di bagian pergaulan di antara jenis kelamin yang berbeda. Pemberantasan kehamilan sebelum nikah, pemberantasan penyakit seksual yang menular adalah sebenarnya pemberantasan kemiskinan.

6.     Mendidik anak-anak muda untuk saling menghargai dan bergaul sopan terhadap jenis kelamin lain tanpa merahasiakan, atau menutup diri tentang hal-hal yang kurang ajar.

7.     Laki-laki tidak boleh marah, tersinggung atau lari dari Panti  kalau dapat teguran semuanya yang salah perlu dibahas secara terbuka dan di depan bersama orang tua/pimpinan Panti.

8.     Anak Panti harus bertumbuh dan berkembang dalam satu kebiasaan/sikap yang lain dan baru di tanah Timor karena sikap Ferdi adalah contoh dari budaya laki-laki di Timor. Karena seringkali pergaulan bebas dibuat saja oleh laki-laki dan bapak-bapak tanpa ada sanksi apa-apa. Soal yang Ferdi buat hampir sama dengan soal yang banyak laki-laki buat di laur nikah dan mereka berdosa seperti itu yaitu bersetubuh di luar nikah dibiarkan saja. Panti Asuhan Yasap adalah tempat untuk belajar bahwa juga orang Timor bisa merubah sikap. Rapi tersusun dan ikat menjadi satu…. dalam pemahaman pergaulan juga.

 Semoga Masri , Novran dan Adam terima teguran dengan kesadaran bahwa satu masa depan yang baik tidak saja ikut sekolah sampai tamat SMA tetapi juga belajar tentang menjadi dewasa di segala aspek kehidupan baik bekerja, bergaul dan menghargai, belajar dan bertangun jawab atas masa depan yang sehat bagi semua orang. Manusia bisa pilih tentang apa dia mua mencapai ……sesuatu yang membuat diri sendiri lebih mampu atau membuat diri senidir lebih lemah dan miskin. (misalnya banyak anak tanpa ada lapangan kerja).

 

 

   Retourtje Timor

         Brieven

      < Retourtje timor

> Masri

> Novran

> Fenly

> Albert

> Sara  S

> Windih

> Adam

> Verdi 

> Aranci

> Oci  

> Abi 

> Brief Elbrich,

> Brief Cheryl a Sara

> Brief Ibu Doete a Notris

> Brief Ibu Brecht

> Oma Middelkoop

> Brief Pak Kees

> Brieven 2008

> Brieven maart, ... 2008

> Brieven staf Yasap

 

Copyright © 2009 ---.
All Rights Reserved.

Joomla template created with Artisteer.